UAS KEAMANAN SISTEM INFORMASI


Nama : Riska Amelia Amanda

Nim : 231011700970 

Kelas : 06SIFP006

Mata Kuliah : Keamanan Sistem Informasi 

Tanggal : 01 Juli 2026


1. Setup File Proyek

  1. Pertama lakukan ekstrak File ZIP: Pertama, ekstrak dulu file jasa.zip. Karena file ini di-password demi keamanan source code agar tidak tersebar sembarangan, pastikan masukkan password-nya dengan benar.
  2. Selanjutnya pindahkan Folder: Kalau sudah berhasil diekstraksi, pindahkan folder jasa tersebut ke dalam folder web server lokal kita. Karena kita pakai XAMPP, langsung aja cut/copy ke folder htdocs (biasanya di C:\xampp7\htdocs atau C:\xampp\htdocs).



2.          2. Konfigurasi Database

1.       Langkah berikutnya yakni membuat Database baru: Akses phpMyAdmin melalui browser, lalu buat database baru dengan nama jasa.

2.       Lalu impor Data: Lakukan impor berkas jasa.sql (yang berada di dalam folder database proyek) ke dalam database jasa yang baru dibuat. Langkah ini berfungsi untuk menginisialisasi tabel-tabel yang diperlukan untuk data user, biaya, dan transaksi.



1.       3. Pengaturan Koneksi Aplikasi

  1. Selanjutnya melakukan penyuntingan konfigurasi dengan cara membuka folder proyek jasa dan temukan berkas bernama koneksi.php. Klik kanan berkas tersebut dan pilih opsi untuk menyuntingnya (misalnya, Edit in vscode).
  2. Untuk pengaturan parameter yakni pastikan parameter koneksi telah diatur sesuai dengan konfigurasi server lokal Anda, yang meliputi:
    1. host: localhost
    2. username: root
    3. password: (sesuaikan dengan password database MySQL Anda, contoh pada panduan menggunakan 1234567890)
    4. database: jasa.


1.       4. Modifikasi Data User (Personalisasi Akun)

1.       Pertama – tama buka tabel user lalu masuk ke phpMyAdmin, buka database jasa, lalu pilih tabel user.

2.       Nah selanjutnya edit user dengan cara memilih menu Ubah atau Tambahkan (Insert) untuk mengisi data akun kamu.

3.       Sesuaikan Parameter: Masukkan data pribadi kamu pada kolom yang tersedia, pastikan pengaturannya seperti ini:

a.        username: "riska" (atau sesuaikan dengan kebutuhan)

b.       password: "123" (Wajib pilih fungsi MD5 pada kolom Function agar terenkripsi otomatis)

c.        nama: "Riskaamelia"

d.       alamat: "Pamulang"

e.        hp: "00000000"

f.        level: "1"




1.       5. Nah lalu lakukan uji Coba Halaman Login Aplikasi

1.       Nah untuk akses halaman dilakukan dengan cara membuka web browser (bisa Chrome, Edge, atau yang lainnya), lalu ketikkan alamat localhost/jasa/ di address bar buat manggil halaman Login Admin.

2.       Lalu input kredensial dengan cara memasukkan data akun yang sudah kamu setting sebelumnya di database ke dalam kolom yang tersedia.

3.       Untuk parameter loginnya yakni memastikan username dan password yang dimasukkan sudah sesuai dengan data yang kamu buat tadi:

·         username: "riska"

·         password: "123" (ingat, masukkan password yang tadi sudah di-hash pakai MD5 di database)

4.       Tahap eksekusinya dengan cara mengklik tombol Login buat mulai proses autentikasi dan masuk ke dashboard utama aplikasi dan memasukkan nama user dan pasword yang sudah kita setting.




1.    6. Verifikasi Login Berhasil

1.       Untuk tampilan dashboard setelah proses login berhasil, aplikasi akan mengarahkan anda ke halaman dashboard admin seperti yang terlihat pada screenchot

2.       Khusus untuk indikator keberhasilannya yakni munculnya pesan "Halo Riskaamelia, login sebagai Admin" menandakan bahwa data user yang kamu input di database sudah terbaca dengan benar oleh sistem.

3.       Nah tujuan halaman ini berfungsi sebagai konfirmasi bahwa koneksi antara aplikasi web dengan database MySQL sudah running well.

4.       Halaman ini juga berisi instruksi penting terkait pengumpulan tugas UAS, yaitu jawaban wajib dikirim melalui link GForm dalam format PDF dan di-reposting di website masing-masing.




1.       7. Konfigurasi Storage di VirtualBox

1.       Pertama buka pengaturan VM: Di aplikasi Oracle VirtualBox Manager, pilih mesin virtual yang sedang berjalan (contoh: Windows Server 2003) dan klik tombol Settings (ikon roda gigi).

2.       Lalu masuk ke menu storage pada jendela Settings yang muncul, pilih tab Storage di panel sebelah kiri untuk mengatur media penyimpanan mesin virtual anda.

3.       Untuk menambah hard disk baru dengan melakukan konfigurasi ini:

a.        Pada bagian Storage Devices, klik ikon Add Hard Disk (biasanya ada di dekat Controller: IDE).

b.       Buat Virtual Hard Disk baru dengan memilih opsi untuk membuat disk dinamis (Dynamically allocated storage).

c.        Tentukan kapasitas ukuran virtualnya, misalnya sebesar 15.00 GB sesuai kebutuhan praktikum.

4.       Selanjutnya simpan konfigurasi, nah abis itu akan muncul hard disk baru (seperti Windows Server 2003_1.vdi) muncul di daftar Storage Devices, klik tombol OK untuk menyimpan perubahan pengaturan tersebut.





1.       8. Disk Management di Windows Server 2003

1.       Untuk akses disk management dapat dilihat setelah masuk ke dalam Windows Server 2003 yang berjalan di VirtualBox, buka menu Administrative Tools dan pilih Disk Management.

2.       Untuk identifikasi disk, anda bisa melihat dua disk yang terbaca:

a.        Disk 0: Berisi drive (C:) dengan kapasitas 19.99 GB yang digunakan sebagai sistem.

b.       Disk 1: Ini adalah hard disk tambahan 15 GB yang tadi kita buat di VirtualBox, yang kini muncul sebagai drive (F:) dengan status Healthy.

3.       Biasanya fungsi langkah ini yakni memastikan hard disk tambahan terbaca oleh OS virtual sehingga bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan data atau file.




1.       9. Verifikasi Akses Storage Virtual

1.      Nah untuk akses file explorer dapat dilakukan setelah hard disk tambahan di-setup dan diformat di Disk Management, langkah selanjutnya adalah membuka File Explorer (atau My Computer) di OS virtual Windows Server 2003.

2.      Untuk verifikasi drivenya sendiri seperti yang terlihat pada Screenshot maka bisa melihat bahwa drive (F:) sudah muncul dan bisa diakses.

3.      Adapun untuk pembuatan folder dapat di dalam drive (F:) tersebut, kamu sudah berhasil membuat folder dengan nama "Riska", yang menandakan bahwa hak akses tulis (write access) ke hard disk tambahan sudah berfungsi dengan baik.

4.      Fungsi dari langkah ini adalah pembuktian akhir bahwa konfigurasi storage 15 GB yang kita buat di VirtualBox Settings sudah sukses terintegrasi dan siap digunakan untuk menyimpan data proyek di dalam lingkungan virtual machine.





Komentar